Jumat, 23 September 2011


Pendidikan karakter utuh dan menyeluruh menawarkan beberapa alternatif pengembangan keutamaan untuk membentuk karakter individu menjadi pribadi berkeutamaan. Pilihan prioritas keutamaan itu didasarkan pada tiga matra pendidikan karakter yang menjadi dasar bagi pengembangan pendidikan karakter utuh dan menyeluruh, yaitu matra individua, matra sosial, dan matra moral. 12 Pilar Keutamaan menurut Doni Koesoema A adalah sebagai berikut:
1. Penghargaan terhadap tubuh
Penghargaan terhadap tubuh merupakan keutamaan fundamental yang perlu dikembangkan dalam diri setiap orang. Penghargaan terhadap tubuh termasuk di dalamnya kesediaan dan kemampuan individu menjaga dan merawat kesehatan jasmani tiap individu. Kesehatan jasmani merupakan salah satu bagian penting bagi pembentukan keutamaan. Pendidikan karakter mesti memprioritaskan tentang bagaimana individu dapat menjaga tubuhnya satu sama lain, tidak merusaknya, melainkan membuat keberadaan tubuh tumbuh sehat sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan kodratnya. Penghargaan terhadap tubuh merupakan ekspresi diri individu untuk menjadi perawat dan pelindung satu sama lain. Individu mesti menumbuhkan dalam dirinya sendiri keinginan untuk merawat tubuh diri dan orang lain, termasuk pertumbuhan psikologis dan emosionalnya.
2. Transendental
Pengembangan keutamaan transendental, baik itu yang sifatnya religius, keagamaan, maupun yang sublim, seperti kepekaan seni, apresiasi karya-karya manusia yang membangkitkan refleksi serta kemampuan untuk memahami kebesaran yang Illahi merupakan dasar bagi pengembangan pembentukan karakter. Setiap individu dianugerahi kepekaan akan sesuatu yang lembut, halus, yang bekerja secara rohani mendampingi manusia, kepekaan akan sesuatu yang adikodrati. Kepekaan akan yang Kudus, yang transenden, yang baik, yang indah, baik itu dalam diri manusia maupun di alam, merupakan salah satu sarana untuk membentuk individu menjadi pribadi berkeutamaan.
3. Keunggulan akademik
Keunggulan akademik adalah tujuan dasar sebuah lembaga pendidikan. Keunggulan akademik berbeda dengan sekedar lulus ujian. Keunggulan akademik mencakup di dalamnya, cinta akan ilmu, kemampuan berpikir kritis, teguh pada pendirian, serta mau mengubah pendirian itu setelah memiliki pertimbangan dan argumentasi yang matang, memiliki keterbukaan akan pemikiran orang lain, berani terus menerus melakukan evaluasi dan kritik diri, terampil mengomunikasikan gagasan, pemikiran, melalui bahasa yang berlaku dalam ruang lingkup dunia akademik, mengembangkan rasa kepenasaranan intelektual yang menjadi kunci serta pintu pembuka bagi hadirnya ilmu pengetahuan. Dari kecintaan akan ilmu inilah akan tumbuh inovasi, kreasi dan pembaharuan dalam bidang keilmuan.
4. Penguasaan diri
Penguasaan diri merupakan kemampuan individu untuk menguasai emosi dan perasaannya, serta mau menundukkan seluruh dorongan emosi itu pada tujuan yang benar selaras dengan panduan akal budi. Penguasaan diri termasuk di dalamnya kesediaan mengolah emosi dan perasaan, mau menempatkan kecondongan rasa perasaan sesuai dengan konteks dan tujuan yang tepat sebagaimana akal budi membimbingnya. Penguasaan diri termasuk di dalamnya kemampuan individu dalam menempatkan diri, bertindak dan berkata-kata secara bijak dalam ruang dan waktu yang tertentu.
5. Keberanian
Keberanian merupakan keutamaan yang memungkinkan individu mampu melakukan sesuatu dan merelisasikan apa yang dicita-citakannya. Keberanian termasuk di dalamnya kesediaan untuk berkorban demi nilai-nilai yang menjadi prinsip hidupnya, tahan banting, gigih, kerja keras, karena individu tersebut memiliki cita-cita luhur yang ingin dicapai dalam hidupnya. Keberanian merupakan dorongan yang memungkinkan individu mewujudnyatakan dan merealisasikan impiannya.
6. Cinta kebenaran
Cinta akan kebenaran merupakan dasar pembentukan karakter yang baik, bukan sekedar sebagai seorang pembelajar, melainkan juga sebagai manusia. Manusia merindukan kebenaran dan dengan akal budinya manusia berusaha mencari, menemukan dan melaksanakan apa yang diyakini sebagai kebenaran. Prinsip berpegang teguh pada kebenaran mesti diterapkan bagi praksis individu maupun dalam kehidupan bersama. Cinta akan kebenaran yang sejati memungkinkan seseorang itu berani mengorbankan dirinya sendiri demi kebenaran yang diyakininya. Sebab, keteguhan nilai-nilai akan kebenaran inilah yang menentukan identitas manusia sebagai pribadi berkarakter.
7. Terampil
Memiliki berbagai macam kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan, bagi bagi perkembangan individu maupun dalam kerangka pengembangan profesional menjadi syarat utama pengembangan pendidikan karakter yang utuh. Memiliki kemampuan dasar berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan, kompeten dalam bidang yang digeluti merupakan dasar bagi keberhasilan hidup di dalam masyarakat. Melalui kompetensinya ini seorang individu mampu mengubah dunia.
8. Demokratis
Masyarakat global hidup dalam kebersamaan dengan orang lain. Ada kebutuhan untuk saling membutuhkan, bahu membahu satu sama lain. Masyarakat tidak dapat hidup secara tertutup sebab keterhubungan satu sama lain itu merupakan kondisi faktual manusia. Karena itu, setiap individu mesti belajar bagaimana hidup bersama, mengatur tatanan kehidupan secara bersama, sehingga inspirasi dan aspirasi individu dapat tercapai. Demokrasi mengandaikan bahwa individu memiliki otonomi dalam kebersamaan untuk mengatur kehidupannya sehingga individu dapat bertumbuh sehat dalam kebersamaan. Demokrasi termasuk di dalamnya pengembangan dan penumbuhan semangat kebangsaan.
9. Menghargai perbedaan
Perbedaan adalah kodrat manusia. Menghargai perbedaan merupakan sikap fundamental yang mesti ditumbuhkan dalam diri individu. Terlebih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, menghargai perbedaan mesti ditumbuhkan dalam diri tiap individu, karena negara kita ini berdiri karena para pendiri bangsa ini menghargai perbedaan, dan dalam perbedaan itu mereka ingin mempersatukan kekuatan dan tenaga dalam membangun bangsa.
10. Tanggung jawab
Tanggungjawab merupakan unsur penting bagi pengembangan pendidikan karakter karena terkait dengan ekspresi kebebasan manusia terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Tanggung jawab ini memiliki tiga dimensi, yaitu tanggungjawab kepada (relasi antara individu dengan orang lain), tanggungjawab bagi (hubungan individu dengan dirinya sendiri), serta tanggungjawab terhadap (hubungan individu terkait dengan tugas dan tanggungjawabnya di dalam masyarakat).
11. Keadilan
Bersikap adil, serta mau memperjuangkan keadilan adalah sikap dasar pribadi yang memiliki karakter. Keadilan penting untuk diperjuangkan karena manusia memiliki kecenderungan untuk antisosial. Untuk itulah diperlukan komitmen bersama agar masing-masing individu dihargai. Dalam konteks hidup bersama, keadilan menjadi jiwa bagi sebuah tatanan masyarakat yang sehat, manusiawi dan bermartabat. Tanpa keadilan, banyak hak-hak orang lain dilanggar.
12. Integritas moral
Integritas moral merupakan sasaran utama pembentukan individu dalam pendidikan karakter. Integritas moral inilah yang menjadikan masing-masing individu dalam masyarakat yang plural mampu bekerjasama memperjuangkan dan merealisasikan apa yang baik, yang luhur, adil dan bermartabat bagi manusia, apapun perbedaan keyakinan yang mereka miliki. Integritas moral memberikan penghargaan utama terhadap kehidupan, harkat dan martabat manusia sebagai mahluk ciptaan yang bernilai dan berharga apapun keadaan dan kondisinya. Kehadiran individu yang memiliki integritas moral menjadi dasar bagi konstruksi sebuah tatanan masyarakat beradab. Integritas moral muncul jika individu mampu mengambil keputusan melalui proses pertimbangan rasional yang benar, dan melaksanakannya dalam tindakan secara bijak, sesuai dengan konteks ruang dan waktu tertentu. Integritas moral termasuk di dalamnya kemampuan individu untuk membuat kebijakan praktis yang bermakna bagi hidupnya sendiri dan orang lain.

Senin, 04 Juli 2011

Saat Mimpi Tidak Sesuai Dengan Kenyataan.

Banyak orang yang merasa frustasi
karena kenyataan mereka tidak sesuai dengan impian.
Sebagai contoh,ada seorang anak yang
ingin kuliah di Universitas A,
tapi nyatanya biaya tidak mencukupi.


Atau, mereka yg merantau ke kota besar,
bermimpi ingin mendapatkan pekerjaan
berkelas nasional bahkan internasional,
tapi nyatanya yang didapatkan hanyalah
                      pekerjaan biasa-biasa saja & apa adanya.

Ada juga seorang pengusaha,yg mungkin
mengharapkan kenaikan profit 10 kali,
malah mengalami kebangkrutan.


Apa yang kita harapkan,kadang memang
tidak sesuai dengan kenyataan.
Lalu apa yang harus kita lakukan?


Berikut adalah 3 langkah atau tips yang bisa kita lakukan
saat mimpi tidak sesuai dengan kenyataan:


1. Bertindaklah selalu secara fleksibel dan dinamis.


    Jika kita betul-betul ingin menggapai kesuksesan,
    maka diperlukan *kesiapan*untuk bisa bertindak
    secara fleksible dan dinamis terhadap setiap perubahan
    yang terjadi.
    Sekarang, saya akan buat sebuah analogi sederhana...
    Saat ada badai atau angin topan yang
    besar, tidak jarang kita melihat pohon
    yang memiliki batang yang sangat besar
    tumbang! Apa sebabnya?
    Sebab mereka tidak kuat menahan beban yang diterima.
    Namun coba tengoklah bambu! Karena
    batangnya yang lentur, maka bambu bisa
    fleksibel bergerak ke segala arah, dan jarang tumbang!

    Nah, begitu pun dengan kita! Jika kita
    bertindak dan berpikir dinamis dan juga
    fleksibel, maka kita akan lebih tahan
    dalam menghadapi tantangan dan
    perubahan serta masalah yang datang.


2. Berpikirlah bahwa INILAH yang terbaik  untuk kita!


    Saat kenyataan tidak sesuai dengan
    impian, percayalah bahwa inilah yang
    terbaik untuk kita. Kita tidak pernah
    tahu skenario yang telah ditetapkan-Nya.
    Karena, segala sesuatu yang menurut
    logika kita baik, bisa jadi justru
    sebaliknya di mata Tuhan!


    Berpikirlah selalu positif atas apapun
    yang terjadi pada diri kita. Jangan
    biarkan satu kegagalan membuat kita
    kecewa, apalagi sampai frustasi dan berlarut-larut.
    
    Anda tahu apa yang Saya lakukan jika
    ada satu mimpi atau keinginan saya
    tidak kesampaian? Saya biasa mengatakan:
    "Sudahlah Hendi, kamu tdk perlu kecewa,
    don't ask me why, it is GOOD for you!
    Sekarang kamu dengarkan baik-baik,
    Tuhan akan menggantinya dengan YANG LEBIH BAIK!
    Tuhan tau kamu orang yg baik & bijaksana.
    Hidupmu penuh dengan kelimpahan, dan kamu
    memang dilahirkan utk slalu jadi pemenang!"

    Saya biasa mengatakannya di depan cermin
    dengan penuh keyakinan, tentunya saat
    saya sendirian! hehe... It works for me! :-)


    Anda juga boleh coba nanti ;-)
    Apa yang saya lakukan di atas itu adalah 'afirmasi'.
    Afirmasi adalah kata-kata positif yang
    diucapkan berulang-ulang & diyakini untuk
    membentuk citra postif untuk mengurangi
    sikap-sikap negatif dalam diri kita.
    Kata-kata afirmasi ini bisa kita buat/rancang sendiri,
    dan lalu bisa diucapkan
    secara verbal atau dalam hati.
    Menurut ahli  Hynotherapy, afirmasi itu akan 'terekam'
    oleh alam bawah sadar kita.
    Dan jika terus-menerus diucapkan & dengan
    penuh keyakinan, maka kita SEDANG atau
    AKAN menjadi seperti itu adanya,yang kita ucapkan!
    Dengan kata lain, afirmasi itu sama seperti DO'A.


    Okay, sekarang selanjutnya! :-)


    Meski saat ini apa yang kita harapkan
    belum sesuai dengan impian, namun kita harus....

3 .Tetap Siapkan MENTAL PEMENANG!

    Saat kita mengalami kegagalan, lebih baik
    instropeksi diri daripada menyalahkan takdir.
    Siapa tahu, kita memang belum siap jadi pemenang! :-)


    Bisa jadi kesuksesan hanya akan membuat
    kita menjadi sombong, dan karena saking
    sayangnya Tuhan kepada kita, Ia tidak
    mau hamba-Nya berbuat dosa. :-)


    setiap kemenangan itu lebih baik
    dirintis dari setiap peluh kita!
    Akan lebih baik jika kemenangan itu kita
    dapatkan setahap demi setahap.
    Banyak orang sukses, tapi kemudian
    mereka terjatuh. Ada yang bangkit lagi,
    ada yang tidak. Liku hidup setiap
    manusia memang tidak sama.
    Tapi ingat, kesempatan untuk menang
    itu selalu terbuka bagi siapa saja,
    tanpa terkecuali!


    Rejeki dan kemenangan itu sungguh tidak
    terkira banyaknya dari Tuhan, masih
    banyak yang menggantung di langit! :-)


    Sekarang tinggal bagaimana cara kita!
    Apakah mau meraihnya? atau mengharapkan
    turun dengan sendirinya?
    Saya sarankan, jangan pernah memilih
    yang kedua :-)


    Kita semua tahu bahwa yang namanya
    kemenangan itu seringkali dimiliki oleh
    mereka yang... tdk pernah berhenti berusaha!


    The last but not least...
  
    Terkadang Tuhan menutup pintu yang satu,
    untuk membuka pintu yang lain...


  Apabila dirasa artikel-artikel ini ada manfaatnya,
  jangan lupa untuk dibagi-bagi juga kepada yang lain ya,
  biar orang lainpun bisa merasakan hal yang sama
  dengan apa yang anda rasakan saat ini.